Bukan Siapa-Siapa tapi tetap harus ”Bangkit dari Diremehkan” belajar dari buku "Masih Belajar" karya Iman Usman (Co-founder Ruangguru)
Pernah merasa
hadirmu di kelas cuma dianggap angin lalu? Dipotong saat bicara, atau
ditertawakan saat cerita mimpi besar ke teman-teman di lingkungan sekitar?
Aku pernah ada di
posisi itu. Sering dianggap tak mampu sampai aku mulai meragukan diriku
sendiri.
Titik balikku
datang saat membaca buku Masih Belajar karya Iman Usman.
Di situ aku sadar, seorang Iman Usman yang dari daerah dan berlatar belakang
sederhana pun dulunya sering menghadapi hambatan dan diragukan sebelum bisa
membangun impian besarnya.
"Orang
lain meremehkanmu karena mereka mengukur potensimu menggunakan keterbatasan
pikiran mereka sendiri."
3 Langkah
Bangkit dalam Hening
Belajar dari buku
tersebut, daripada membuang energi untuk adu mulut, aku memilih fokus pada
proses:
- Memperkuat
"Akar" Diri
Sama seperti
konsep pertumbuhan di buku Masih Belajar, aku mulai fokus membangun
karakter, mental, dan kapasitas diri dulu di belakang layar.
- Berhenti
Meminta Validasi
Aku simpan mimpi
dan rencanaku rapat-rapat dari orang yang skeptis. Aku berhenti membuktikan
mereka salah, dan mulai membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa.
- Punya
Mitos "Masih Belajar"
Saat diremehkan atau gagal, aku tak lagi sakit hati. Aku menganggapnya sebagai bagian dari proses belajar yang belum selesai.
Dan bagian
terbaiknya? Saat kamu sudah berhasil, kamu bahkan tak butuh pengakuan dari
mereka lagi. Rasa puasnya muncul karena kamu sadar bahwa kamu terus bertumbuh.

Posting Komentar untuk "Bukan Siapa-Siapa tapi tetap harus ”Bangkit dari Diremehkan” belajar dari buku "Masih Belajar" karya Iman Usman (Co-founder Ruangguru)"