Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inspiratif! Kisah Aini Menggapai Impian Kuliah di UIN Antasari



Ketika ada kemauan, di situ ada jalan. Begitu dorongan motivasi yang sering digaungkan banyak orang di tanah air. Hal itu terbukti ampuh bagi mahasiswi berikut yang berhasil berkuliah sambil bekerja. Karena keterbatasan ekonomi, bekerja adalah satu-satunya jalan bagi mereka, agar tetap bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi.

Itu yang di alami oleh Aini seorang mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin. Ia berbagi ceritanya dalam Seleksi Antasari Appreciation pada Festival Antasari yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dan mendapatkan predikat Mahasiswi Terinspiratif.

Nur Ihsan Ahmad A. selaku ketua pelaksana menyampaikan  "Antasari Appreciation itu di dalamnya ada mahasiswa terinspiratif, untuk mengidentifikasi sekaligus memberi penghargaan kepada mahasiswa yang telah berkomitmen dalam mengembangkan diri dan lingkungan sekitarnya secara sinergis, dan diharapkan dengan terselenggaranya Festival Antasari dan juga Antasari Apprecistion ini, para mahasiswa UIN Antasari bisa termotivasi serta dapat meningkatkan prestasinya."

Aini sangat senang mendapat predikat tersebut ia berharap dari cerita pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain "Sangat senang, sebenarnya tidak ada ekspektasi, masuk nominasi saja alhamdulillah sudah bersyukur. Karena ini pula menjadi tugas dan tantangan saya sendiri untuk menjadi lebih baik, bukan sekedar mendapatkan predikatnya saja tetapi harus bisa lebih baik untuk bisa menginspirasi." 

Kisah Inspiratif Aini yang ingin Kuliah

Nama lengkapnya Nor Aini Sabrina dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, program studi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Antasari Banjarmasin. Ia adalah anak pertama dari 2 bersaudara.  Ibunya adalah seorang single parent. Ibu bercerai dengan Ayahnya disaat Aini masih belia dan ditinggal meninggal oleh Ayah sambungnya ditahun 2021. 

"Tahun kemaren adalah tahun yang cukup berat, tapi saya yakin saya kuat karena saya punya ibu yang luar biasa sangat hebat."

Bermula dari sebuah impian yang Aini wujudkan, yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternyata tidak semudah yang diharapkan karena banyak biaya yang harus dikeluarkan. Aini sadar sekarang melihat keadaan perekonomiannya yang kurang. Namun tekadnya untuk berkuliah sangat besar.

"Tapi saya berkata dalam hati sanubari, bahwa saya akan mengusahakan impian saya. Setelah lulus Aliyah, saya memberanikan diri tetap mendaftarkan kuliah di UIN Antasari Banjarmasin dan lulus melalui jalur SPAN-PTKIN 2019. Saya sangat senang tapi juga memikirkan bagaimana dengan biaya untuk perkuliahan nanti. karena itu, saya mencoba cari beasiswa Bidikmisi. Dan bekerja sebagai karyawan toko baju yang gajihnya untuk tabungan saya kuliah serta keperluan saya mendatang."

Pada saat itu ternyata Ayah Aini mendapatkan bonus gajih dikerjaannya sehingga bisa membantu biaya perkualiahan Aini. Ia menceritakan setelah memasuki perkuliahan ia berhenti bekerja sebagai karyawan toko baju karena tidak memungkinkan waktunya bersamaan dengan ia kuliahnya.

"Tapi saya kembali mencari kerjaan yang masih bisa sambil kuliah, saat itu saya memilih kerja menjaga stand pentol pedas milik keluarga saya yang kebetulan waktu kerjanya bisa lebih fleksibel dan bisa saya promosikan melalu media sosial dengan keuntungan yang lebih dan terima jasa antar. Misal OTW ke kampus sambil nganter pesanan."

Selain jualan pentol, Aini juga jualan Tahu Gejrot bikinannya sendiri. Karena Aini merasa selagi kerjaan itu halal dan bisa membantu perekonomiannya maka itu bukan masalah baginya.

"Semester kemudian, ada pendaftaran beasiswa Prestasi dan KIP. Saya urus berkasnya dan Alhamdulillah keduanya lulus. Membuat saya dan orangtua menjadi lebih lega."

Berbicara tentang impian, salah satu impian Aini adalah menjadi seorang publik speaking yang hebat. Ia sangat tertarik dengan studio Rafada yang merupakan Radio Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Antasari. Ia menaruh harap ketika pertama kali melihat studio Rafada ingin menjadi penyiar.

Setahun berlalu Ia mengikuti lomba penyiar yang diadakan HMJ KPI dan meraih juara 1 dan impiannya pun terwujud menjadi penyiar di Rafada.

"Banyak yang saya pelajari bergabung menjadi bagian dari Rafada hingga akhirnya sayapun Lulus seleksi Penyiar RRI Banjarmasin dan bekerja hingga sekarang. Bahkan sangat beruntung jam kerjanya menyesuaikan perkuliahan saya."

Selain itu juga ternyata Aini menjadi Guru private Paud semenjak awal pandemi, ia menyalurkan kesenangannya terhadap anak kecil. Dan jualan tetap jalan ketika ada waktu luang. 

"Semua yang  saya raih tidak  lepas dari doa orangtua. kehidupan terus berjalan, jangan sampai down larut dalam kesedihan. Saya berjanji akan saya tunjukkan, seperti apa yang orangtua saya harapkan."



Posting Komentar untuk "Inspiratif! Kisah Aini Menggapai Impian Kuliah di UIN Antasari"